WELCOME TO MY BLOG

Welcome to my Blog。◕‿‿◕。!!
Thank you for visiting.
Please leave some comments in every page you read.
Also, please noted that this is originally my works and I have rights of these all. So for re-post or re-use, confirm 1st to me.
Thank you & GOD BLESS US ^^

Jumat, Juni 26, 2009

Kasih yang Memberi dalam kekurangan

Ada seorang ibu tua yang sehari-harinya berjualan krupuk. Beliau tinggal di rumah kecil *entah itu pantas disebut rumah, gubuk atau sekedar bagunan kotak yang amat sangat sederhana*. Hidup sendiri di tengah hiruk pikuk dan kepadatan kota Denpasar. Namun, senyum beliau dalam wajahnya yang sudah lelah dan berkeriput karena usianya yang tak lagi muda, tidak pernah hilang. Setidaknya, setiap kali jean bertemu dan bersalaman dengan ibu ini setiap minggu, selalu yang ada di wajahnya hanya senyum bahagia.

Dalam kesendiriannya, ibu ini tidak diam lalu merana. Ia tetap bahagia. Berusaha keras untuk menghidupi dirinya sendiri, walau hanya dengan berjualan krupuk. Tak pernah ada garis-garis khawatir dalam wajah ibu. Tak pernah ada tatapan kosong atau ketakutan atau tatapan bingung dan sedih dalam menghadapi kehidupannya. Setidaknya, setiap kali jean bertemu ibu ini, yang ada hanya tatapan kasih.

Walau kadang jean kurang bisa mengerti apa yang ibu ini coba sampaikan, walau pertemuan kami singkat dan tak pernah bicara panjang lebar, tapi setiap pertemuan memberikan arti dan kesan, bahwa hidup itu terlalu indah untuk dilewatkan dengan sia-sia. Bahwa hidup itu adalah saling mengasihi, dan bahwa mengasihi itu adalah memberi walau dalam kekurangan.

Pertama bertemu ibu ini adalah saat jean masih beribadah di GKI Denpasar yang masih bertempat di gedung lama, di depan gereja Katedral Roh Kudus Denpasar, di ruko lantai dua itu. Setiap hari minggu, jean bingung, sebelum naik tangga menuju gereja, selalu banyak kantung plastik berwarna merah berisi krupuk. Begitu setiap minggu jean perhatikan. Sampai pada suatu hari, jean baru sadar, kalau ternyata krupuk itu adalah jualan seorang ibu tua yang juga jemaat GKI Denpasar. Jean hari itu baru sadar, karena setelah ibadah pagi di suatu hari minggu tahun 2007, jean melihat ibu ini langsung menjajakan jualannya di depan ruko. Maklum waktu itu karena baru-baru di Bali dan kegiatan kampus padat dalam penerimaan mahasiswa baru, jean terpaksa sering ibadah sore dan ibadah pagi kalau pagi minggu tidak ada kegiatan kampus, sedangkan ibu ini selalu ibadah pagi *kecuali ada ibadah tertentu yang hanya sore hari*.

Tak pernah lama jualan ibu ini yang hanya krupuk, habis. Senang rasanya melihat ibu ini selalu tersenyum. Akhirnya minggu berikutnya jean berusaha benar bisa ibadah pagi. Setelah ibadah, lagi jean melihat ibu ini berjualan krupuk. Jean lantas membeli satu kantung plastik sedang. Dan lagi,dari senyum ibu ini benar-benar membuat jean bersyukur bisa mengenal beliau. Senyum yang benar-benar tulus dan apa adanya, dari seorang ibu tua yang sederhana.

Lalu, senin minggu lalu, tanggal 8 Juni 2009, setelah kami menempati gedung Gereja baru yang tak jauh dari lapangan Renon dan monumen rakyat Bajra Sandhi, ibu ini juga hadir dalam ibadah peneguhan pendeta baru GKI, Bapak Pdt. Himawan Djaja Hendra. Setelah ibadah selesai dan rangkaian acara peneguhan pendeta juga selesai, ada perjamuan kasih dengan makan-makan bersama seluruh jemaat yang hadir saat itu. Pada saat jean mau mengambil nasi kotak *biasanya prasmanan lho.. hehehe*, ice cream dan makanan yang lezat itu semuanya, ibu ini juga memberikan krupuk jualannya satu per satu ke seluruh jemaat yang hadir. Beliau berkeliling menaruh satu bungkus krupuk di setiap kotak makanan jemaat. Jean yang masih menunggu giliran dengan makan es putar terlebih dahulu, kagum dengan ibu ini. Beliau memberi dalam kekurangannya. Beliau memberi karena turut bersukacita terlebih atas peneguhan pendeta baru gereja kami.

Sampai pada akhirnya giliran jean mengambil nasi kotak yang ukurannya cukup besar itu, ibu ini menghampiri jean dan menaruh sebungkus krupuk di atas kotak makanan jean. Jean yang saat itu hampir menangis karena ketulusan beliau, berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis dan bilang “terima kasih banyak bu.. Tuhan Yesus memberkati ibu”. Beliau lantas menjawab, “sama-sama” dengan suaranya yang lirih sambil mengangguk dan beralih ke jemaat lain, kembali membagikan krupuknya.
--------------
“Karena yang terkecil diantara kamu sekalian, dialah yang terbesar. (Lukas 9 : 48)
--------------
Ibu ini, yang bukan orang kaya, yang jarang diperhatikan atau jarang menjadi perhatian sebagian besar orang, justru bisa memberi dalam kekurangannya. Sedangkan, kita *termasuk jean* yang dalam kondisi kecukupan bahkan kelebihan, belum tentu bisa memberi dengan tulus. Siapa bilang manusia “kecil” tidak berarti? Justru buat jean ibu ini berarti. Ibu ini mengajarkan untuk memberi apa yang bisa kita beri selama kita hidup, dalam hal apapun dalam bentuk apapun, dengan tulus dan penuh ucapan syukur tentunya.

--------------
“Sebab ketika Aku LAPAR, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau LAPAR dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25 : 35 – 40)
--------------

Ingat satu khotbah yang disampaikan oleh Pdt Kuntadi Sumadikarya, bahwa orang yang memberikan Tuhan Yesus makan adalah orang-orang yang memberi makan siapa yang lapar, termasuk ibu-ibu di rumah yang menyediakan makanan untuk keluarganya, termasuk ibu tua ini yang memberikan sebungkus krupuk untuk tiap orang.

Tuhan Yesus senantiasa memberkati ibu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar